Sabtu, 14 Maret 2015

Ramee'

 SKIP 1

"Ramee', sudah mi lah!! Di liat semua ko orang, jangan ko selalu berkelahi deh, perempuan ko itu eh". ngos-ngosan becce mengejar ku, tak kuhiraukan ia dan tak ku hindarkan perkataannya, bahwa faktanya aku adalah perempuan.
   'ah! sudah lah, ku biarka kau kali ini' fikirku. Sejenak kuhempaskan gunting yang kubawa, kulayangkan pandangan tajam padanya, biar dia sadar tidak seharusnya menantang kematian.
   "Seandainya tidak cari gara-gara ji, tidak masalah jeka. sayangnya tidak ada memang otaknya itu baco', na anggap ka lemah, mentang-mentang perempuan ki'"
  dengan cepat aku menuju ke kelas, namun langkah ku terhenti dangan mata yang perih akibat rasa sakit hati. Pandangan junior-junior pun tertuju padaku, entah itu takut, segan, atau mungkin takjub.
  Aku bersalah, memang! Bertindak dengan kekerasan, tak memakai nalar kewanitaan yang identik dengan kelembutan. Tapi itu tak ada dalam kamus ramee' sang pejuang perempuan di sekolahan.
  Sayangnya, tidak semua merasa beruntung krn terlahirnya diriku, menyedihkan memang.
  Contohnya kali ini wali kelas ku sendiri, ia langsung menyeret kalimatnya di hadapan teman-teman sekelas ku.
  " mau ki bunuh baco'?" Tenang namun mencekam.
"Iyye bu!!" Dengan mantap ku iyya kan harapan ku
  "Bunuh mi pale" dan kesempatan memang diatas awan, tak menunggu terlalu lama, ku ambil kembali gunting yang tadi kubawa..
   "...tapi mau jeki masuk penjara? Disel ki sampai jadi mayat ki di sana? Kalo tidak takut ki sama Allah, cincang mi pale' biar masuk ki  ke neraka".
    Alama.. baru berbahagia didalam impian yang nyata, wali kelasku ini sudah mendeskripsikan kehidupan yang paling abadi, dimasa kematian ku nanti.
   Diam terpaku, Ku tatap mata baco' yang awalnya ingin ku cincang, dia akhirnya bersyukur ku lihat.
  "Bagaimana ramee'? Masih ada niat ta?" Dengan senyum lembut ditatapnya aku.
   Berfikir "tidak bu! Tidak jadi sekarang bu" itu kalimat yang pas di benak ku.
    "Iyaaa, begitu. Jangan ki selalu berkelahi" syukurlah, beliau tidak mencermati kalimat ku, tenang ramee', masih ada kesempatan.
"apa lagi kita perempuan ki ramee', tidak baik itu perempuan main berkelahi, apa lagi pake gunting, besok tidak mau ka dengar kalo masih bawa gunting ki nah, oK?"
"Yee' bu" kalimat pelanggar yang pas
" kamu juga baco', kenapa selalu kita ganggu teman-teman ta perempuan, ada kita suka-suka kah? Atau ramee' kita suka?"
Tawa membahana yang mereka kira itu lucu?? Sungguh terlalu jalan cerita ku.

    

Bisa jadi

Bisa jadi
Jarum jam berdetak tak tak tak
Kau dengar tuk tuk tuk
Itulah Ketukan hati yang bertandang
Kau dengar?

Bisa jadi
Subuh mengigau gau gau gau
Kau kira anjing menggong gong gong
Ketakutan dirimu membuat lelap

Bisa jadi Sang robb merindu du' du' du'
Kau kata itu ibu bu bu bu
Menganggu subuh yg gelap penuh
Alasan logis pun terngiang
"Ibu sayang tak perlu berdendang Esok pun bisa ku adu dan dimaafkan"

Bisa jadi Bertemu sang jahannam
dalam lelap, terbakar!!
Kau sangka bunga tidur dan terbangun
Bisa jadi Lelap mu di penghujung cerita
hidup habis pun menyesal sudah
terlambat!!
Subuh kau sangka bisu

#aikaff٢٤jumadilula١٤٣٦

Dear diary

Dear diary..
Jika waktu bisa memilih. Dia tak ingin aku tersakiti, dengan sejuta rasa bersalah yg berlebih

Kataku yang lalu
aku!!
sang penggalan sufi
Dengan Sepotong tunas tauhid dari ilahi
Bertutur sapa untuk mu lagi
Oh kekasih
Dan Bertepi didanau surgawi
Impian yang selalu kau nanti
Mau kah kubawa ketempat yg dijanji
Dan mengahadap sang robbi?

Perjalanan di tempuh tak lupa ku bekali
Ada madu shalat yg manis ku babat
Ada labu zikrullah mengenyangkan syahwat
Ada kurma kitab menahan lapar amarah
Ada pula unta amal jariyah yg Terus menerus mendatangkan pahala

Jawabmu kekasih
"Terlambat!! Aku bertepi di laut yang mahsyur"
Tepi jurang yg terjal itu yg kulihat
"Burung berkicau mengagumi pesonaku"
Burung gagak siap melahapmu
"Perahu pesiar membawaku berlabuh"
Pesawat mendarat di atas kepala cantik mu, dan membunuh

Oh Kata terakhir dari ajalmu
"Maaf kan kalimatku
Tak pantas bunga layu kau rawat
Tak mungkin tunas ku merambat ditamanmu
Tak mampu sedih hujan kuserap
Karena serbukku habis dibawa angin kezholiman"

#aikaff٢٤jumadilula١٤٣٦